Berikut adalah laporan pandangan mata atas perjalanan singkat ke Dekalb di State illinois, Chicago dan Madison di state Wisconsin. Dekalb is not a big city, but different from Binghamton, it has corn-farming area. Pokonya ladang jagung deh sejauh mata memandang. Spesialisasinya adalah jagung putih yang rasanya sangat manis hihihi…itu loh yang suka dibikin chips Tostitos, camilan kegemaranku yang bikin aku tambah ndutzz dan ndutzzz. Di University of Northern Illinois ada danau kecil, tempat mahasiwa bisa piknik, menggelar tikar, memandangi bebek2 yang berenang dengan asiknya. Damai deh pokonya.
Chicago…hmm as you may well know, a very big city with tall buildings every where. Namanya sebenarnya berasal dari sebutan Indian, Chicagou yang artinya “smelly onion patch” hihihi…stingky..stingky city…Walopun iramanya sedikit lebih lambat dari New York City, tapi menapaki jalanannya cukup bikin aku inget lagi sama irama kota Bandung. Sempet window shopping di wilayah Michigan Avenue, tempat butik2 bermerk berjajar dengan rapi. Tak lupa, i cruised on its river to admire the different architectures of the buildings from near by. yang unik dari sungai ini adalah, pada akhir abad ke-19 alirannya sempat dibalik arahnya karena kota Chicago terkena wabah penyakit yang menewaskan banyak penduduknya. Kini air mengalir dari danau michigan arah sungai Missisipi, hingga semua sampah buangan pun mengalir ke luar hihihi…kasian deh penduduk Missouri… (but it is said bahwa merekapun balik membuang “sampahnya” ke Chicago, you know…the Missouri’s beer legging *terkekeh*)
Cruising-nya start di Navy Pier, dulunya pelabuhan tempat para budak dibawa dari afrika, menyusuri sungai Mississipi, tapi sekarang sudah diubah jadi semacam tempat wisata cruising, (di dalamnya juga berjajar Mall2 dan kios chain foods) dan tempat pesta kembang api, perayaan tahun baru bagi warga Chicago. It’s a pity that I could not get to the top of Sears building, the third highest building in the world (orang Chicago tampaknya kesal banget karena gedung kebanggaannya dikalahkan ama menara Petronas di Malaysia hehehe…) Nevertheless I managed to get to the top of Hancock Building (Chicago’s second tallest building). Di bawah Hancock building itu ada toko kue yang terkenal banget, Cheesecake Factory namanya. Semacam kartikasari-nya Bandung lah. Tapi di dalam ada restorannya. Cuman kalo mo makan di situ ngantri Bow, nunggu dapet mejanya aja bisa setengah ampe satu jam sendiri. Cheesecake-nya?? Okay banget dah… *sluurrpp* sepotong kecil aja dah bikin kita puas. Di puncak Hancock building (di lantai 95 dan 96 kalo ga salah) ada restoran dan luncheon mewah hahaha tempat Oprah makan malem kali yeee… gile beli orange juice aja $15!! jijay bajay deh…
Sempet juga ke taman yang baru dibangun di tengah kota, cukup kontroversial krn menghabiskan banyak dana, namanya Millenium Park. Ditengahnya ada outdoor stage yang megah dan ada huge silver peanuts. Kalo siang, di kulit kacang itu terpantul bayangan gedung2 chicago. Selain Park, ada juga museums. Kebetulan di Field Museum lagi ada ekshibisi the Forbidden City, jadinya kayak sekalian melawat ke Beijing hihihi… karena di situ ditampilkan “the glorious reign of the Emperor of Qianlong”, kaisar, cendekiawan, penyair, ulama besar Cina yang banyak mengumpulkan benda2 seni di istananya. Di Art gallery of Chicago ternyata koleksinya cukup lengkap. Di seksi impressionism, ada karya Matisse, Cezane, Degas, Van Gogh, dan Picasso serta Monet. Di seksi realism ada Eugene Delacroix, pelukis Perancis yang banyak mempengaruhi lukisannya Raden Saleh. Ada juga lukisan Gustave Moreau, tapi sayang sekali bukan yang Salome (itu loh, ingat ga lukisan yang sering dipake untuk nerangin psikoanalisis, kayaknya itu sih ada di Louvre Paris)
Madison is another story. The city is not very big, but it has beautiful scenery, surrounded by two lakes: the Monona and the Mendota. Dalam lukisan2, kedua danau ini sering direpresentasikan sebagai dua putri kembar yg cantik. Danau2 ini membuat Madison menjadi seperti kota pantai pada saat summer karena banyak kapal2 kecil yg berlayar. Pada saat winter kedua danau beku, sehingga kita bisa berjalan di atasnya, bahkan main skating. Salah satu bangunan paling terkenal di kota ini adalah Madison’s State Capitol, one of the most beautiful buildings I have ever seen: almost all its walls are covered in marbles of high quality from six different countries. Desain luarnya meniru Capitol yang di DC, desain dalamnya…uwaaaah indah banget penuh nuansa emas dan kayu magohani. Marmernyapun berwarna-warni, dengan pola yang tidak umum. Di beberapa ruangan bahkan marmernya mengandung fosil2 binatang laut yang berumur jutaan tahun. Setelah peristiwa kebakaran pd awal abad ke-20 Capitol ini di rebuild dengan dana tak kurang dari $7juta yang dikumpulkan selama 11 tahun. Hiks…kalo dibeliin kerupuk bisa untuk ngasih makan seluruh penduduk dunia kali yeee… setiap summer, sabtu dan minggu di luar Capitol ada farmer market yang menjual sayur/buah/bunga segar dan hasil pertanian lainnya.
Oya kalau mau lihat bunga, bisa juga pergi ke Olbrich Botanical Garden. Pas aku ke sana, lagi ada festival dahlia, jadinya beraneka warna dan jenis bunga dahlia yang amboi indahnya dan besarnya dipamerkan di vas2 bunga. Kalau mau menikmati danau, bisa pergi ke Monona terrace. Arsitekturnya unik, karya arsitek kenamaan dan kebanggaan Madison, Frank Lyod Wright. Dia juga yang mendesain Gugenheim Museum di New York dan beberapa gedung pencakar langit lain di Chicago. Kampusnya juga oke kok, University of Wisconsin at Madison. ada satu gedung tempat mahasiswa ngumpul, namanya Memorial Union, terasnya menghadap ke Mendota lake. Di dalamnya ada kios yang jual home made ice cream *slurrpp* yummy… tapi ngantri belinya panjang juga hiks…makannya di pinggir danau sambil liat camar. Dari Uni ke Capitol ada jalan yg namanya State St. Di sepanjang jalan ini berjajar berbagai toko dan restoran. Wuaah asik banget deh, street life-nya kerasa banget. Mo coba jenis makanan asing? tinggal pilih deh! Aku kemaren cuman sempet nyoba masakan Afgan-mediteranean, Tibet-Nepal, sama… Chinese tentu saja hehehe…
well segitu dulu laporan pandangan matanya okay
Bingo, 2004